PENJELASAN
DASAR ILMU TAJWID LENGKAP
Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
kembali lagi dengan kita
orang yang sangat haus dengan ilmu dan ingin terus belajar dan belajar mengenai betapa banyaknya
ilmu yang diberikan oleh Allah SWT di dunia yang sebentar ini, diwaktu yang pas
secara kebetulan kami ingin membahas “Apa sih ilmu tajwid itu?”.
Siapa yang tak mengenal ilmu tajwid? Sebuah ilmu yang mempelajari
tata cara (hukum) membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. Mungkin kalian
bertanya-tanya? “apa tujuan mempelajari ilmu tajwid?” Yups untuk
lebih memudahkan memahami dan mempelajari isi bacaan Al-Qur’an.
PENGERTIAN
ILMU TAJWID
Anyway kita harus merincinya
lebih dalam,
Pengertian
ilmu tajwid secara luas : “ilmu tajwid merupakan bagian dari ilmu Ulumul Qur’an
yang perlu dipelajari, mengingat ilmu ini berkaitan dengan bagaimana seseorang
dapat membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar.
A :
“Pak apa kita harus berguru dalam mempelajari ilmu tajwid?”
P :
“tidak harus, ada sebagian yang bisa dipelajari sendiri ada juga yang
harus dipelajari dengan bantuan dari guru.”
Sebagai
contoh : مِنَ الْجِنَّةِ
وَالنَّاسِ(Minal jinnati wan naasi) jika kita tidak
tahu maka bisa saja kita membacanya seperti ini (Minal jinati wanasi : tidak
ada ghunnah dan panjangnya sedikitpun).
Maka
seperti itulah fungsi dari berguru.
DEFINISI
ILMU TAJWID
Masuk lebih dalam lagi tentang ilmu
tajwid, apa definisi ilmu tajwid? Tajwid secara bahasa adalah masdhar dari Jawwada-Yujawwidu,
yang artinya membaguskan. Sedangkan secara istilah, Imam Ibnu Jazari
menjelaskan dalam kitabnya An-Nasyr fil Qira’at Al-‘Asyr dengan arti
sebagai berikut:
·
“Tajwid
adalah membaca dengan membaguskan pelafalannya, yang terhindar dari keburukan
pelafalan dan keburukan maknanya, serta membaca dengan maksimal tingkat kebenarannya
dan kebagusannya.
HUKUM
ILMU TAJWID
Setelah masuk lebih dalam mungkin kalian akan bertanya-tanya : “hukum
mempelajari ilmu tajwid apa emang wajib pak?”. Yups betul Ada 3 sumber
terpercaya yang mewajibkan mempelajari ilmu tajwid, yakni :
1.
Dalam
Al-Qur’an surat Al-Muzammil ayat 4 yang artinya : “Dan bacalah Al-Qur’an itu
dengan perlahan/tartil (bertajwid)”.
2.
Dalam
Al-Hadits yang diriwayatkan oleh Ummu Salamah r.a. (istri Nabi SAW) : “...kemudian
dia (Ummu Salamah) mencontohkan cara bacaan Rasulullah SAW dengan menunjukkan
(satu) bacaan yang menjelaskan (ucapan) huruf-hurufnya satu persatu.” (At-
Tirmidzi)
3.
Ijma’
Ulama : para Ulama telah sepakat dari zaman Rasulullah SAW sampai zaman
sekarang, bahwa membaca Al-Qur’an dengan bertajwid adalah sesuatu yang fardu
dan wajib.
A : “masak wajib doang? Hukum lain masa gaada?”
P : “ada dong pastinya, apa aja? Yakni fardu kifayah dan fardu
ain”
Fardu ‘Ain : kita wajib mengaplikasikan ilmu tajwid di dalam
setiap membaca Al-Qur’an.
Fardu Kifayah : apabila diantara kita sudah ada yang mempelajari
teori dan istilah dalam ilmu tajwid, maka kewajiban tersebut sudah gugur
untuk orang lain.
TUJUAN
DAN MANFAAT MEMPELAJARI ILMU TAJWID
Mungkin dari kalian semua menginginkan
manfaat dari mempelajari ilmu tajwid. penasaran apa saja manfaatnya?
1.
Mengetahui
cara membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar
“Iya betul nih,
saya habis berguru ke ust.muzammil tentang ilmu tajwid bacaan saya terasa lebih
baik, beda jauh ama yang dulu belum belajar hehe”
2.
Mampu
membaca Al-Qur’an sesuai kaidah yang benar
3.
Menjaga
lidah dari terjadinya kesalahan saat membaca Al-Qur’an
“true banget
min, menurut gua ini yang paling keliatan di manfaatnya mempelajari ilmu tajwid”
4.
Salah
satu ibadah
Mempelajari ilmu adalah suatu ibadah.
“beneran min?
Dalilnya apa coba? Dari tadi bikin penasaran aja”
Dalam
Al-Qur’an Surat At-Taha ayat 114 yang artinya :
“Dan katakanlah, Ya
Rabbku, tambahkan ilmu kepadaku.”
Dalam Hadits riwayat Ibnu Majah, Rasulullah SAW bersabda
yang artinya : “Bahwa sesungguhnya engkau pergi untuk mempelajari suatu ayat
dari kitab Allah adalah lebih baik daripada engkau melakukan salat seratus rakaat.”
5.
Suatu
tata krama dalam membaca Al-Qur-an
Al-Qur’an merupakan suatu firman yang sangat mulia yang diturunkan
oleh Allah SWT, maka dari itu sangat tidak baik apabila kita membacanya
asal-asalan. “betul kan guys?.”
APA
ITU TARTIL?
P : “Ha
Tartil? Apaan tu pak, bukannya sama aja?”
J :
“Beda dong
Allah berfirman dalam Al-Qur-an surat
Al-Muzammil ayat 4 :
وَرَتِّلِ
الْقُرْآنَ تَرْتِيْلَا
“dan
bacalah Al-Qur’an dengan tartil.”
Penjelasan
dari 2 imam ahli tafsir :
1.
Imam
At-Tabari dalam kitabnya tafsir at-tabari :
“maksudnya
Allah ‘Azza wa jalla mengatakan : perjelaslah jika engkau membaca Al-Qur’an dan
bacalah dengan tarassul (pelan dan hati-hati).”
2.
Imam
Ibnu Katsir dalam kitabnya tafsir ibnu katsir :
“maksudnya
bacalah dengan pelan karena itu bisa membantu untuk memahaminya dan
men-tadabburi-nya.”
Disini sudah jelas yang dikatakan
beliau 2 ulama’ ahli tafsir bahwa mempelajari ilmu Al-Qur’an tidak cukup dengan
ilmu tajwid tapi juga dengan tartil, agar kita bisa memahami isi
Al-Qur’an tersebut.
Allah berfirman dalam Al-Qur’an
surat Shood ayat 29 :
كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ
إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِيَدَّبَّرُوا آَيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ
artinya :
“ini
adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya
mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang
yang mempunyai pikiran.”
ILMU TAJWID
DASAR
·
Hukum
membaca ta’awudz dan basmalah
·
Wakaf
·
Sifat
huruf
(sumber : kitab Makharijul Huruf Arab Hijaiyah)
v Hukum membaca taawudz dan basmalah
Terdapat empat cara
membaca istiazah, basmalah, dan surat:
1. memutuskan istiazah (berhenti) kemudian baru membaca basmalah,
2. menyambungkan basmalah dengan surah tanpa berhenti,
3. membaca istiazah dan basmalah terus-menerus tanpa henti,
4. membaca istiazah, basmalah, dan awal surat terus-menerus tanpa berhenti.
Terdapat empat cara
membaca basmalah di antara dua surat. Tiga daripadanya adalah harus dan satu
lagi adalah tidak harus. Yang harus adalah:
1. memisahkan basmalah dengan surat,
2. menghubungkan basmalah dengan awal surat,
3. menghubungkan kesemuanya.
Bacaan bagi yang tidak
harus pula adalah:
1. menghubungkan akhir surat dengan basmalah lalu berhenti. Kemudian, barulah
membaca surat yang seterusnya tanpa basmalah. Walau bagaimanapun, tidak harus
membaca demikian karena ditakuti bahwa ada yang menganggap basmalah adalah
salah satu ayat daripada surat yang sebelumnya.
v Wakaf
Wakaf dari sudut bahasa ialah berhenti atau menahan, manakala dari sudut
istilah tajwid ialah menghentikan bacaan sejenak dengan memutuskan suara di
akhir perkataan untuk bernapas dengan niat ingin menyambungkan kembali bacaan.
Terdapat empat jenis wakaf yaitu:
·
ﺗﺂﻡّ (taamm) : wakaf
sempurna, yaitu mewakafkan atau memberhentikan pada suatu bacaan yang dibaca
secara sempurna, tidak memutuskan di tengah-tengah ayat atau bacaan, dan tidak
memengaruhi arti dan makna dari bacaan karena tidak memiliki kaitan dengan
bacaan atau ayat yang sebelumnya maupun yang sesudahnya,
·
ﻛﺎﻒ (kaaf) : wakaf memadai,
yaitu mewakafkan atau memberhentikan pada suatu bacaan secara sempurna, tidak
memutuskan di tengah-tengah ayat atau bacaan, tetapi ayat tersebut masih
berkaitan makna dan arti dari ayat sesudahnya,
·
ﺣﺴﻦ (Hasan) : wakaf baik, yaitu
mewakafkan bacaan atau ayat tanpa memengaruhi makna atau arti, tetapi bacaan
tersebut masih berkaitan dengan bacaan sesudahnya,
·
ﻗﺒﻴﺢ (Qabiih) : wakaf buruk,
yaitu mewakafkan atau memberhentikan bacaan secara tidak sempurna atau
memberhentikan bacaan di tengah-tengah ayat, wakaf ini harus dihindari karena
bacaan yang diwakafkan masih berkaitan lafaz dan maknanya dengan bacaan yang
lain.
Tak terasa sudah 1000 kata yang kita sampaikan tentang ilmu tajwid. Mungkin
hanya ini yang bisa kami buatkan jawaban, untuk lebih lengkapnya mungkin anda
anda semua bisa menunggu kami untuk melengkapinya lagi, kami rasa cukup sekian,
terima kasih.
Wassalamualaikum
Warahmatullahi Wabarakatuh.
Komentar
Posting Komentar